Sejarah

Yayasan Setia Budhi Rangkasbitung

Perjalanan panjang sebuah organisasi yang menjadi penerang untuk menuju kemakmuran dan keadilan dengan tidak melupakan tradisi lokal dengan berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945

Sejak Tahun
1974

awal bermula

Jejak Awal Bermula
1973-1974​

Berawal dari kepedulian terhadap pentingnya pendidikan bagi kemajuan masyarakat, pada tahun 1973 Yayasan Perguruan Sarjana (YAPERSA) mendirikan STM Sarjana Rangkasbitung dengan dukungan NOVIB dari Belanda. Namun, dalam perjalanannya, pengelolaan sekolah mengalami berbagai kendala sehingga keberlangsungan pendidikan peserta didik terancam.

Atas prakarsa para guru, orang tua siswa, tokoh masyarakat, dan dukungan NOVIB, dibentuklah tim penyelamat yang kemudian melahirkan Yayasan Setia Budhi pada 7 Desember 1974. Yayasan ini didirikan dengan tujuan utama menjaga keberlangsungan pendidikan dan memberikan kesempatan belajar bagi generasi muda Kabupaten Lebak.

foto jaman dulu 10001
foto jaman dulu 10019

impian dan Orientasi Cita-cita

Pendidikan dipandang sebagai sarana membentuk manusia yang beriman, berkarakter, cerdas, terampil, dan mampu menghadapi perkembangan zaman. Oleh karena itu seluruh penyelenggaraan pendidikan diarahkan pada pembentukan sumber daya manusia yang unggul. Harapan tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, tenaga pendidik, sarana prasarana, serta pembinaan karakter sehingga lulusan mampu berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Menggagas Perjuangan

Berawal dari pengelolaan SMK Setia Budhi, yayasan terus melakukan pengembangan kelembagaan, peningkatan fasilitas, serta kerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan mutu pendidikan. Perkembangan tersebut ditandai dengan berdirinya berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Setia Budhi, mulai dari pendidikan anak usia dini, sekolah menengah kejuruan, hingga perguruan tinggi sebagai bentuk komitmen memberikan layanan pendidikan yang berkelanjutan.

images
logo

Bersuara Dalam Catatan

Lambang Yayasan Setia Budhi mencerminkan nilai-nilai Pancasila, ilmu pengetahuan, budaya lokal, kemakmuran, dan keadilan sebagai dasar penyelenggaraan pendidikan. Setiap unsur dalam lambang menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya membangun kecerdasan, tetapi juga membentuk karakter, integritas, dan kepedulian sosial demi kemajuan masyarakat.

Kepengurusan